Dari Limbah Menjadi Berkah: Inovasi Teh dari Kulit Ari Biji Kakao

Dari Limbah Menjadi Berkah: Inovasi Teh dari Kulit Ari Biji Kakao

Cerita15 Agustus 2024

Dari Limbah Menjadi Berkah: Inovasi Teh dari Kulit Ari Biji Kakao

Pemanfaatan biji kakao tidak terhenti di produk cokelat. Kulit ari biji kakao yang ikut mengering selama proses penyangraian biasa dijadikan pakan ternak atau pupuk oleh masyarakat. Ternyata bagian yang awalnya dianggap kurang berguna masih bisa diolah menjadi produk bernilai jual. KakaoTea merupakan produk teh dari kulit ari biji kakao yang dikembangkan sebagai upaya pemanfaatan limbah yang dihasilkan selama proses produksi cokelat, terutama setelah proses sangrai.

Ibu-ibu RW 35 berkesempatan untuk mencicipi teh unik ini dalam acara sosialisasi yang diselenggarakan oleh tim KKN Kicauan Menoreh pada tanggal 23 Juli 2026. Tidak hanya memperkenalkan hasil olahannya, anggota tim KKN juga memperagakan proses pembuatan teh. Peserta sosialisasi berkesempatan untuk menyaksikan proses penyangraian secara langsung dan melihat bentuk produk setelah dikemas.

Sebelum diseduh, kulit ari biji kakao harus melewati beberapa tahapan pengolahan untuk mendapatkan rasa terbaik. Pertama-tama biji kakao yang sudah difermentasi dan dikeringkan, perlu disangrai selama kurang lebih 30 menit dan dikupas. Kemudian kulit ari biji kakao ditimbang dan dicampur dengan teh tubruk sebelum dimasukkan ke dalam kantung teh. Satu kantung kakao tea berisi 3 gram kulit ari dan 1 gram teh tubruk.

Penyeduhan dapat dilakukan dengan atau tanpa kantung teh. Jika menggunakan kantung teh, maka penyeduhan dilakukan dengan cara memasukkan kantung teh ke dalam 150 ml air mendidih dan didiamkan selama 4 menit supaya kulit ari dan teh tubruk dapat terekstrak dengan baik. Jika proses penyeduhan dilakukan tanpa kantung teh, maka KakaoTea perlu disaring terlebih dahulu sebelum diminum.

Ketika anggota tim KKN mulai membagikan gelas-gelas kecil berisi seduhan KakaoTea, sebuah komentar terdengar di seluruh penjuru ruangan “wanginya kayak cokelat ya!” Aroma cokelat yang tercium memang merupakan salah satu keunikan KakaoTea. Ketika diseduh, teh ini akan mengeluarkan aroma khas cokelat yang membuat KakaoTea berbeda dari seduhan teh pada umumnya.

Begitu seduhan teh dicicipi, ibu-ibu tampak terkesan dengan rasa yang dihasilkan. Nikmatnya teh berpadu dengan aroma cokelat dan manisnya gula memberikan pengalaman minum teh yang berbeda dari biasanya. Disediakan pula varian KakaoTea tanpa campuran teh tubruk sehingga minuman tersebut dapat diolah kembali sesuai selera.

Pada akhir acara, ibu-ibu mengajukan berbagai pertanyaan mengenai KakaoTea. Mulai dari variasi cara pengolahannya, metode pengemasan, hingga meminta tips agar KakaoTea menjadi lebih awet. Harapannya, dengan sosialisasi ini KakaoTea tidak hanya memberikan pengetahuan baru tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.